Pandangan. com – Lazimnya kehormatan suku cadang motor tetap tak akan lebih mahal dari harga kendaraan. Namun itu hanya ungkapan yang tampak dari pelupuk timbil saja. Faktanya ada juga lho onderdil motor yang harganya malah setara utama hingga empat unit mobil seperti yang satu ini.

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Suara. com – Lazimnya harga suku cadang motor tentu tak akan bertambah mahal dari harga instrumen. Namun itu hanya peribahasa yang tampak dari pelupuk mata saja.

Faktanya ada juga lho onderdil motor yang harganya malah setara satu hingga empat unit mobil seperti yang satu ini.

Viral di media sosial, video unggahan akun TikTok bernama @dannemotor yang memperlihatkan sebuah cakram rem dengan makna selangit.

Akun ini menyebutkan bahwa  disk brake ini dibanderol dengan harga mencapai Rp 170 juta, setara kepala unit mobil LCGC, ataupun bahkan empat mobil isyarat edisi tahun 90-an hasil BMW, 320i E36 misalnya.

Membaca Juga: PT AHM Berbagi Tips Berkendara Aman dan Tetap Stylish untuk Perempuan

Ia menuliskan bahwa cakram ini setara dengan suku merancang yang dipakai pada medan balapan motor paling bergengsi, MotoGP.

Viral cakram rem motor kehormatan selangit. (TikTok/@dannemotor)

Cakram ini dikenal terbuat dari karbon. Namun benarkah sespesial itu?

Jika ditelisik lebih jauh, bila asli, bisa dibilang kalau cakram rem ini adalah buatan pabrikan ternama, Brembo.

Menurut situs resmi dari produsen suku cadang rem motor dan mobil ini, onderdil pada video tersebut terlihat memiliki bentuk identik dengan  carbon floating disk yang pertama kali tampil di tahun 2000.

Rem ini punya bobot 1, 2 kg & suhu pengoperasian optimal di dalam 200-800 derajat celcius. Secara kata lain, cakram rem ini tak cocok untuk digunakan di daerah bersuhu dingin atau saat cuaca hujan karena pengereman akan kurang optimal.

Baca Juga: Psst, Mari Memperhatikan Spesifikasi Toyota Raize Sebelum Meluncur Besok!

Secara harga yang bikin heboh, cakram rem ini kendati mengundang sederet respons lucu dari pengguna media sosial, seperti pada beberapa kritik dibawah ini.

Harold Brown