Bahana. com – Fitur Adaptive Cruise Control berfungsi agar mobil bisa menyesuaikan kemajuan dan jarak dengan organ yang berada di depannya. Namun demikian, keberadaan fitur ini bisa disalahartikan. Di dalam beberapa kasus, pemilik kendaraan justru memanfaatkannya untuk mempercepat kecepatan.

Bonus harian di Keluaran SGP 2020 – 2021.

Suara. com – Fitur Adaptive Cruise Control berfungsi agar mobil bisa menyesuaikan kecepatan dan jarak dengan kendaraan dengan berada di depannya.

Tetapi demikian, keberadaan fitur ini bisa disalahartikan. Dalam kurang kasus, pemilik kendaraan malah memanfaatkannya untuk memacu kecepatan.

Menurut sebuah studi yang dilakukan Institut Asuransi untuk Keselamatan Hidup Raya (IIHS), mendapati kalau pengemudi cenderung mempercepat organ mereka saat menggunakan cruise control.

Dalam studi yang dilakukan satu bulan berantakan, 40 pengemudi sebagai responden survei dipinjami Range Rover Evoque dengan cruise control adaptif, atau Volvo S90 dengan cruise control adaptif dan fungsi pemusatan galur.

Baca Juga: Kolaborasi Volvo dan Google Lahirkan CX60 dengan Infotainment Cendekia

Volvo S90, sebagai ilustrasi satu diantara model yang digunakan dalam penelitian habit mengemudi menggunakan cruise control  [Shutterstock]

IIHS mempelajari perilaku pengendara di balik kemudi serta menemukan bahwa 24 tip pengemudi lebih mungkin memacu kendaraan di jalan besar ketika sistem bantuan mengemudi digunakan.

Selain cenderung lebih cepat, pengemudi juga maju lebih kencang secara menyeluruh. Secara khusus, pengemudi biasanya memacu kendaraan 89 km per jam. Namun era fitur adaptive cruise control tersedia pada mobil, mereka memacunya minimal 100 km per jam.

“Pengguna berisiko sekitar 10 persen lebih tinggi mengalami kecelakaan mematikan, ” kata Sam Monfort, Ahli statistik IIHS, dikutip dari Carscoops .

Ia menambahkan, mengemudi lebih cepat itu lebih berbahaya, karena tidak bisa mengukur kecepatan.

Meski begitu, studi tersebut tidak memperhitungkan beberapa faktor yang mampu meningkatkan keselamatan dengan adanya fitur cruise control adaptif.

Baca Juga: Hasil Studi: BMW Mitra Apple yang Benar dalam Kembangkan Mobil Listrik

IIHS juga mendokumentasikan bahwa penelitian telah menunjukkan cruise control adaptif berkecukupan menurunkan risiko tabrakan karena sistem akan mengontrol kendaraan lebih berjarak terhadap kendaraan lain.

Harold Brown