Suara. com – National Highway Traffic Safety Administration atau NHTSA alias Administrasi Keselamatan Berantakan Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat mengeluarkan tulisan penarikan kembali atau recall atas Hyundai Kona EV dan Hyuundai IONIQ.

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

Suara. com kacau National Highway Traffic Safety Administration atau NHTSA alias Administrasi Kesejahteraan Lalu Lintas Jalan Awam Nasional Amerika Serikat menggunakan surat penarikan kembali atau recall atas Hyundai Kona EV dan Hyuundai IONIQ.

Dikutip dari The Verge , mobil-mobil listrik produksi Hyundai dengan terdampak tadi berasal sejak tahun produksi 2019-2020 buat Hyundai Kona EV. Beserta 2020 untuk Hyundai IONIQ. Adapun muasalnya adalah bersandarkan laporan sejumlah konsumen tentang sumber daya atau baterai terbakar.

NHTSA juga memberikan imbauan biar pemilik agar tidak memarkir kendaraan mereka di daerah rumah atau dekat bangunan apa pun yang barangkali terbakar.

Hyundai  IONIQ EV dalam Bangkok Motor Show 2019. Jadi ilustrasi [Shutterstock].

“Korsleting listrik di sel baterai lithium-ion Kona memiliki risiko kebakaran tinggi. Baik saat parkir, mengisi daya, ataupun mengemudi, ” demikian pengumuman NHTSA, yang  dikutip The Verge .

Baca Juga: Dear Peminat Mobil Listrik, Telah Ada SPKLU Pertama Shell Indonesia

Bulan lalu, Hyundai mengumumkan harus melakukan perbaikan kembali sekitar 76. 000 unit Hyundai Kona EV yang dibuat antara 2018 dan 2020 karena masalah kebakaran baterai. Recall ini berlaku global.

Produsen mobil asal Korea Selatan itu juga menyatakan bahwa akan menarik kembali beberapa Hyundai IONIQ dan bus listrik yang diproduksinya. Secara mutlak, Hyundai mengatakan akan menarik 82. 000 kendaraan, yang diperkirakan akan menelan bea sekitar 900 juta dolar Amerika Serikat (AS).

Bagaikan diketahui, baterai yang tersemat pada Hyundai Kona EV adalah produk LG Energy Solutions, sesama perusahaan asal Korea Selatan. LG Chem juga menjadi pemasok pati baterai lithium-ion untuk beberapa pembuat mobil seperti General Motors, Audi, Mercedes-Benz, dan Volkswagen Group.

Harold Brown