Suara. com – Satlantas Polres Kudus, Jawa Pusat, mencatat pelanggaran lalu lintas yang terekam kamera pemantau atau CCTV sejak pemberlakuan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) didominasi pelanggaran dengan disebabkan pengendara sepeda motor tak memakai helm.

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

Suara. com semrawut Satlantas Polres Kudus, Jawa Tengah, mencetak pelanggaran lalu lintas yang terekam kamera pemantau atau CCTV sejak pemberlakuan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) didominasi pelanggaran yang dikarenakan pengendara sepeda motor tak memakai helm.

“Kami merekam jumlah pelanggar yang tak memakai helm bisa lebih dari 50 persen daripada total pelanggar tata santun berlalu lintas yang tercatat sejak 23 sampai 31 Maret 2021 sebanyak 270 pelanggar, ” jelas Kasatlantas Polres Kudus AKP Galuh Pandu Pandega, dikutip daripada Korlantas Polri .

Adapun jenis pelanggaran secara umum adalah tidak memakai helm, melanggar marka jalan, serta perlengkapan kendaraan yang tidak lengkap.

Ada lima tempat kamera CCTV di Kudus, yaitu ditempatkan di Cabang Pentol, Simpang Mejagan, Simpang Tujuh, Simpang Tugu A. Yani, dan Simpang Proliman Barongan. Paling banyak pengingkaran dijumpai di Simpang Mejagan. Dalam sehari, pernah terekam 50 lebih pelanggaran.

Baca Serupa: Pencurian Motor di Surabaya Tertangkap CCTV, Pelaku Ajak Bocah Masa Beraksi

Petugas memantau kamera pengawas tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) melalui layar monitor pada Gedung National Traffic Managemen Center (NTMC) Polri, Jakarta, Selasa (23/3/2021).   Jadi ilustrasi [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Para pelanggar tadi akan diproses sesuai tahapan, mulai penerbitan surat konfirmasi pelanggaran lalu lintas disertai foto pelanggar yang dikirim ke alamat pelanggar melalui PT Gardu sesuai tanda nomor organ bermotor.

“Jika pelanggar tak melakukan konfirmasi selama 14 hari setelah surat diterima, STNK akan diblokir. Sebaliknya, jika melakukan konfirmasi, mau diberikan surat tilang. Adapun pembayaran dendanya bisa mencuaikan Bank BRI atau PT Pos atau mengikuti sesi di pengadilan negeri setempat, ” jelas Kasatlantas.

Dia menambahkan, meski kendaraan sudah dijual, pemilik pertama mau dimintai surat pernyataan bahwa kendaraan sudah dijual serta diminta melakukan blokir. Pemilik kendaraan yang terakhir selain diblokir STNK-nya oleh pemilik pertama, juga akan diblokir karena pelanggaran.

Pemberlakuan ETLE untuk era ini masih manual jadi harus menyiapkan operator buat melihat tayangan dari kamera CCTV yang terpasang pada lima titik tadi.

Baca Juga: Best 5 Oto: Royal Enfield Meteor 350 Meluncur, Volkswagen Membuat Voltswagen

Harold Brown