Suara. com kacau Jauh sebelum Indonesia merdeka, rupanya negeri ini sudah dilirik sebab pabrikan mobil untuk dijadikan pasar potensial. Salah satu buktinya ialah berupa poster iklan kendaraan jadul yang diunggah oleh pengguna Facebook bernama Taufiqur Rohman, Selasa (14/10/2020) lalu.

Suara. com – Jauh sebelum Indonesia lepas, rupanya negeri ini sudah dilirik oleh pabrikan mobil untuk dijadikan pasar potensial.

Salah satu buktinya adalah berupa poster iklan kendaraan jadul yang diunggah oleh pengguna Facebook bernama Taufiqur Rohman, Selasa (14/10/2020) lalu.  

Dalam unggahan tersebut terlihat plakat iklan mobil bermerek Chevrolet pada tahun 1932.

Uniknya iklan tersebut ditulis dengan menggunakan bahasa Jawa secara ejaan lawas.

Baca Juga: Best 5 Oto: Aprilia Produksi Motor 250cc, Harga New Toyota Kijang Innova

“Mobil Chevrolet ternyata pernah beriklan dengan bahasa Jawa. GM ternyata pemain dari sejak jaman mbah buyut saya, ” tulisnya pada grup pencinta mobil tua, Motuba.

Iklan mobil di tarikh 1932. (Facebook)

Dalam poster tersebut tertulis ” Tingali kalian cobi rumiyin Chevrolet enggal model 1932, saderengipun tumbas  montor (Lihat dan coba dulu Chevrolet terbaru model 1932, sebelum beli mobil), ” tulis General Motors di dalam iklan tersebut.

Dalam iklan ini pula terlihat tiga tipe kendaraan berjenis Sport Phaeton, Sedan dan juga Sport Roadster.

Usut punya usut, jauh pra “gempuran” pabrikan mobil Jepang, General Motors (GM) justru jadi pionir. Mereka mulai berkecimpung di usaha ini pada awal abad ke-20.

Disadur dari laman  gmheritagecenter ,   cikal bakal GM merupakan sebuah perusahaan terbatas bernama N. V. General Motors Java Handel Maatschappij yang didirikan pada 1927.

Baca Juga: Mobil Polisi Ringsek Digencet 2 Truk di Tol Surabaya, Netizen Bully PJR-nya

Iklan usang ini rupanya mengundang perhatian lantaran kalangan warganet. Beragam komentar pun bermunculan terkait poster berbahasa Jawa tersebut. Berikut beberapa di antaranya.

“Tjobi roemijin mboten usah toembas (Coba dulu nggak usah beli), ” celetuk Fajar Setiawan.

“Owalah asal usul montor, ” kata OvalBmkrt.

“Dipun sade pinten montoripun? Kulo ajeng tumbas sejinah (Dijual berapa mobilnya? Hamba mau beli sepuluh), ” kelakar Seno Suyatno.

Harold Brown