Suara. com – Di akhir pekan kemarin, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Total Bagian II telah diubah statusnya. Suasana yang disebutnya sebagai “menarik rem darurat” untuk mengatasi laju eksponensial virus COVID-19 itu sudah diganti dengan PSBB Transisi. Nah, bagaimanakah dengan kebijakan berlalu lintas untuk status ini?

Perkataan. com – Di akhir pekan kemarin, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan kalau Pembatasan Sosial Berskala Besar ataupun PSBB Total Jilid II telah diubah statusnya. Kondisi yang disebutnya sebagai “menarik rem darurat” buat mengatasi laju eksponensial virus COVID-19 itu sudah diganti dengan PSBB Transisi. Nah, bagaimanakah dengan kebijaksanaan berlalu lintas untuk status tersebut?

Dikutip dari kantor berita Antara , Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya meniadakan kebijaksanaan pembatasan kendaraan dengan ketentuan miring genap selama PSBB Transisi.

“Sistem pembatasan organ bermotor dengan ganjil genap atau Gage tetap ditiadakan pada Era PSBB Transisi yang dimulai 12 Oktober 2020, ” ujar Penasihat Lalu Lintas Polda Metro Hebat, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (11/10/2020).

Namun disebutkan bahwa pihak Ditlantas Polda Metro Jaya akan lestari melakukan evaluasi terhadap dampak kecendekiaan PSBB Transisi terhadap kondisi berarakan lintas di Ibu Kota.

Baca Juga: Cara Setting Ganjil – Lengkap di Google Maps

Kondisi Stasiun Bogor di keadaan pertama PSBB Transisi Jakarta, Senin (12/10/2020). (Suara. com/Andi Ahmad)

“Selama pelaksanaannya, tentu akan dilakukan evaluasi, ” nyata Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo.

Selama ditiadakannya sistem ganjil genap, Ditlantas Polda Metro Jaya juga menganulir penindakan ganjil genap, baik dengan manual maupun menggunakan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE).

Ketentuan peniadaan kebijakan ganjil lengkap mulai diberlakukan bertepatan dengan diberlakukannya PSBB transisi pada Senin (12/10/2020) hingga Minggu (25/10/2020).

Ditlantas Polda Metro Hebat meniadakan kebijakan pembatasan ganjil genap selama PSBB Transisi untuk menganjurkan keleluasaan memilih moda transportasi pada masyarakat yang masih beraktivitas semasa masa pandemi COVID-19.

Dengan ditiadakannya kecendekiaan ganjil genap, masyarakat diharapkan beraktivitas menggunakan kendaraan pribadi demi menghindari munculnya cluster COVID-19 di kalangan pengguna kendaraan angkutan massal.

Baca Juga: Soal Nasib Ganjil Genap Jakarta, Polda Metro Tunggu Pengumuman PSBB Total

Harold Brown