Suara. com – Kepala Eksekutif Renault, Luca de Meo mengungkap rencana perusahaan dalam delapan tahun ke depan, sebagai konsekuensi merosotnya permintaan ditambah pandemi Covid-19. De Meo mengisyaratkan, Renault jadi harus melakukan efisiensi biaya sebanyak 2, 3 miliar dolar GANDAR dari yang telah direncanakan, buat kembali bangkit dari penurunan perolehan sejak 2018.

Suara. com semrawut Kepala Eksekutif Renault, Luca de Meo mengungkap program perusahaan dalam delapan tahun ke depan, sebagai dampak merosotnya seruan ditambah pandemi Covid-19.

De Meo mengisyaratkan, Renault mungkin harus melakukan keefisienan biaya sebanyak 2, 3 miliar dolar AS dari yang sudah direncanakan, untuk kembali bangkit dibanding penurunan pendapatan sejak 2018.

“Dua tahun ke depan akan sulit. Kami mempunyai rencana delapan tahun yang mau kami umumkan pada Januari, & kami dapat membalikannya, ” sirih Luca de Meo, dikutip dibanding Bussinessinsider , Senin (19/10/2020).

Seperti diketahui, Grup Renault sepanjang semester pertama 20202 mengalami penurunan penjualan signifikan, ketimbang rata-rata pelambatan pasar otomotif dunia. Hal tersebut disebut karena dampak pandemi dengan kuat di pasar utama.

Baca Juga: Renault Triber Kini Dilengkapi Varian Matic

Ilustrasi logo Renault. [Shutterstock]

Dampak pandemi Covid-19, Grup Renault menghentikan penjualan serta kegiatan industri di sebagian tinggi negara sejak pertengahan Maret 2020. Akibatnya, penjualan Grup tersebut turun 34, 9 persen menjadi satu. 256. 658 unit pada semester pertama, adapun di pasar global turun 28, 3 persen.

“Dunia medium mengalami krisis yang belum sudah terjadi sebelumnya dengan dampak besar pada bisnis kami, ” kata pendahuluan Denis le Vot, anggota Komisi Eksekutif Renault.

Harold Brown