Suara. com kacau Berdasarkan survei internal yang dikerjakan Peugeot Inggris, 54, 8 persen anak-anak Generasi Z meminta orangtua mereka untuk membeli mobil listrik atau mobil hybrid. Dikutip sejak Whatcar, Generasi Z, yaitu itu yang lahir setelah 1995, mengarah mendorong orangtua mereka untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Di antaranya: tidak membuang sampah dan menyilih mobil milik keluarga dengan…

Suara. com – Berdasarkan survei internal yang dilakukan Peugeot Inggris, 54, 8 persen anak-anak Tingkatan Z meminta orangtua mereka untuk membeli mobil listrik atau mobil hybrid.

Dikutip dari Whatcar , Generasi Z, yaitu itu yang lahir setelah 1995, mengarah mendorong orangtua mereka untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Di antaranya: tidak membuang sampah dan mengganti mobil milik keluarga dengan kendaraan tipe Electric Vehicle (EV) yang murni bertenaga listrik, atau hybrid, yang mamu dioperasikan menggunakan gaya listrik dan di saat terbatas mengandalkan bahan bakar konvensional.

Dari hasil inspeksi, Peugeot menyatakan bahwa anak-anak turut mempengaruhi keputusan dari kebiasaan orangtua mereka dalam berbelanja. Hasilnya sejumlah 55, 3 persen orangtua menyatakan mendapat tekanan dari anak-anak mereka untuk membeli mobil listrik atau hybrid.

Selain itu, 72, 2 persen anak-anak menyebutkan bahwa orangtua mereka selalu menanyakan pendapat mereka soal rencana liburan dan bila bermaksud membeli kendaraan.

Baca Juga: Pemilu Amerika Serikat: Joe Biden Sebut Mobil Listrik dan Tekan Emisi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) didampingi pembalap Sean Gelael (kiri) berada dalam mobil listrik ketika mengikuti konvoi berjalan di Jalan M. H. Thamrin, Jakarta, Jumat (20/9/2019). Diabadikan jauh sebelum pandemi COVID-19. Sebagai sketsa produk bertenaga listrik [Suara.com/Arya Manggala]

Sejak semua anak yang disurvei tadi, 67, 8 persen memilih punya mobil listrik dan mobil hybrid yang lebih ramah lingkungan. Pula disebutkan, dua pertiga responden itu tertarik dengan isu gaya hidup hijau, walaupun berusia sangat bujang.

Keterangan terkait isu lingkungan rupanya telah biasa mereka dengar saat berada di sekolah. Bahkan bencana kawasan sebagai dampak pemanasan global menjadi sesuatu yang cukup terekam dalam memori anak-anak.

Dalam penelitiannya, Peugeot memastikan responden 1. 250 anak-anak usia tujuh hingga 12 tahun beserta orangtua mereka.

Harold Brown