Suara. com – Mengendarai motor di jalan raya membutuhkan skill yang baik. Tujuannya agar tenang untuk diri sendiri maupun pemakai jalan lainnya. Yang dibutuhkan pemotor adalah perlunya menguasai dua cara dasar penting dalam berkendara, yakni kontrol gas dan pengereman.

–>

Suara. com – Mengendarai sepeda motor di tiang raya membutuhkan skill yang cantik. Tujuannya agar aman untuk muncul sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Yang dibutuhkan pemotor adalah perlunya menguasai dua teknik dasar penting dalam berkendara, yaitu kontrol udara dan pengereman.

Teknik pengereman juga diberikan dalam safety riding. Gambar diambil di Kampung Safety Riding Pandean Lamper, Semarang. Jadi ilustrasi dan diambil jauh pra COVID-19  [ANTARA Foto].

Berikut tips dari awak Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM) yang harus diketahui dan dipelajari para pengguna sepeda motor, baik bagi pemula had yang sudah mahir.

Begini tekniknya:

  • Pengetahuan dasar yang perlu dipelajari adalah mengetahui beragam fitur sepeda motor yang berhubungan dengan kesejahteraan berkendara, seperti sistem pengereman, perabot lampu, kaca spion serta yang lain.
  • Setelah memahami fitur keselamatan berkendara, mulailah pelajari cara berkendara. Beragam metode latihan dapat dilakukan oleh para pengendara, yaitu dengan menggunakan motor statis ataupun mesin dalam keadaan mati.
  • Untuk teknik pengereman, pastikan sepeda motor dalam keadaan pesawat mati dengan posisi standar pusat, tutup putaran gas kemudian sentak tuas rem dengan 4 jari agar mendapatkan pengereman yang suntuk. Juga tarik tuas rem kecil atau injak pedal rem belakang kemudian tarik tuas kopling, kemudian turunkan kaki kiri.
  • Hal ini dapat dilakukan berulang kali untuk membiasakan diri sebelum membiasakan dalam kondisi mesin menyala. Cara lainnya, dapat juga berlatih melaksanakan sepeda motor dari titik A menuju titik B didampingi pengajar berpengalaman.
  • Sedangkan teknik kontrol gas bisa membuka udara dengan cara diputar secara perlahan agar tenaga yang dikeluarkan mampu terkontrol baik, dan menutup fragmen gas secara cepat. Sebaliknya, bila terdapat tuas kopling tarik tuas kopling secara cepat dan lepaskan secara perlahan.
  • Untuk teknik dasar pengereman, terdapat 3 tingkatan pelatihan. Pada tingkat prima, fokus latihan kordinasi putaran gas, tuas rem atau pedal rem dan tuas kopling. Tingkat ke-2, berlatihlah mengerem dalam kecepatan lebih tinggi secara bertahap antara 30km per jam – 50km bohlam jam.
  • Pada periode ketiga, berlatih dengan kecepatan 60km per jam dengan jarak mundur 17-20m dari titik awal penarikan tuas rem.
  • Pengendara dapat mengasah skill berkendara dengan sering melatih cara mengukur langkah pengereman ideal di sepanjang lintasan yang dikhususkan untuk pelatihan berkendara.
  • Penggunaan teknik pengereman dan teknik bukaan gas secara intens sangat terasa ketika bertemu tikungan di jalan raya. Dalam menghadapi tikungan, pengendara perlu menyelenggarakan pengereman secara perlahan sebelum mengikuti area tikungan dan menikung dengan kecepatan konstan.
  • Hindari mengurangi ataupun menambah bukan udara secara mendadak. Pastikan posisi besar dan postur tubuh saat berkendara dalam kondisi seimbang, sehingga bisa menghindari risiko tergelincir.

Harold Brown