Suara.com – Bagi pencinta otomotif, Lombok memiliki makna baru. Selain destinasi wisata yang sedap dengan suguhan laut biru, harapannya kelak bisa menyaksikan motor-motor para rider MotoGP mengaspal di Sirkuit Mandalika.

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

Suara.com – Bagi pencinta otomotif, Lombok memiliki makna baru. Selain destinasi wisata yang sedap dengan suguhan laut biru, harapannya kelak bisa menyaksikan motor-motor para rider MotoGP mengaspal di Sirkuit Mandalika.

Persiapan Indonesia saat ini adalah trek dengan konsep road circuit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, bagian selatan Pulau Lombok. Tinjauan teknisnya: panjang 4,31 km, dengan corner dan hairpin mencapai 17 buah.

Bersama rombongan Parekraf Jakarta, kru otomotif Suara.com bertandang melongok persiapan Sirkuit Mandalika serta berbincang dengan Mandalika Racing Team Indonesia (MRTI). Tepatnya bersama Irawan Sucahyono, Direktur Komersial MRTI.

Ia menyatakan bahwa memasang target untuk menjadi juara di ajang Moto2 dari rangkaian MotoGP sudah bisa dipastikan, namun merujuk pada situasi dan kondisi, target juara tidak dipasang terlalu tinggi.

Baca Juga: Jelajah Lombok: Selain MotoGP, Banyak Side Trip Bermobil yang Seru

Irawan Sucahyono (kiri), Direktur Komersial MRTI, dan Kemal Syah Nasution [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

“Untuk muncul sebagai juara tahun ini, hendaknya kita jangan terlalu harapkan dulu. Namun perlu dicatat bahwa inilah tim embrio yang kelak menjadikan negara kita kuat di dunia balap. Dan ada transfer ilmu,” ungkap Irawan Sucahyono saat dijumpai di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (7/12/2020).

Dalam transfer ilmu yang disebutnya tadi, mulai manajemen untuk mengelola tim hingga mekanik, semuanya akan belajar dan diberi pembekalan untuk berlaga di pentas dunia.

“Ini untuk suatu proses jangka panjang,” jelas sosok yang dahulu aktif mengurus balap di Sirkuit Sentul serta menjadi desainer trek balap touring BSD City GP.

Selain prestasi para pembalap, Irawan Sucahyono menyebutkan bahwa sisi komersial tidak boleh dilupakan. Yaitu branding, atau membawa brand lokal masuk ke skala global. Dan untuk kebutuhan ini, olah raga otomotif bisa menjadi wadahnya.

Ia mencontohkan produk Red Bull dan Petronas yang berasal dari kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: Best 5 Oto: Kursi Lipat Rolls-Royce, Carmaker Tersukses di Masa COVID-19

“Hari ini kita bukan hanya menyebutkan soal prestasi. Tapi memanfaatkan olah raga ini dari sisi komersial. Sama seperti dunia menggunakan kejuaraan atau pentas balapan sebagai branding,” tandas Irawan Sucahyono.

Harold Brown