Suara.com – Kisah horor kerap menimpa pengguna jalan baik pemotor maupun pemobil ketika melintas di sebuah jalan. Tak melulu jalan yang sepi, jalan ramai pun kadang ada sebuah kisah horornya. Seperti yang menimpa pemobil yang satu ini. Sebuah curhat yang diunggah oleh akun Facebook Amma Adivalbi viral di media sosial.

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Suara.com – Kisah horor kerap menimpa pengguna jalan baik pemotor maupun pemobil ketika melintas di sebuah jalan. Tak melulu jalan yang sepi, jalan ramai pun kadang ada sebuah kisah horornya.

Seperti yang menimpa pemobil yang satu ini. Sebuah curhat yang diunggah oleh akun Facebook Amma Adivalbi viral di media sosial.

Ia bercerita saat dirinya melintas di sebuah jalan Tol Malang-Sidoarjo. Ini dia kronologi cerita lengkapnya.

Kala itu, ia naik mobil beserta dua anaknya melintas jalan Tol Malang-Sidoarjo. Saat masuk ke tol Singosari, jam menunjukkan pukul 19.10 WIB.

Baca Juga: Maradona Meninggal, Sempat Kirim Pesan ke Prabowo: Anda Harus Menang

Perjalanan terasa biasa saja, dan perlahan hening karena anak-anak sudah mulai mengantuk dan tertidur pulas di mobil. Pemobil memilih mengendarai dengan kecepatan sedang yakni sekitar 100 km/jam.

Ilustrasi Jalan Tol. (Pixabay)

Sampai di Tol Lawang sebelum lajur darurat, ia merasa di-dim atau ditembak lampu mobil dari arah belakang. Ia berpikir kalau mungkin berkendara terlalu pelan sehingga akhirnya ia pindah ke lajur kiri.

Setelah pindah ke lajur kiri, mobil yang tadi melakukan dim tersebut mengikuti dari belakang. Mobil tersebut terus menembakkan lampu dim ke arah dirinya.

Merasa jengkel, ia pun mencoba untuk menengok spion kanan dan kiri. Ia dibikin terkejut ketika menengok spion kanan dan kiri, tak ada satupun mobil yang melintas.

Bahkan di depannya tidak ada kendaraan yang melintas. Hanya menyisakan mobil yang dikendarainya dan mobil yang menembakkan lampu dim.

Baca Juga: Salut! Bocah Yatim Ini Rela Jadi Tukang Parkir Demi Bayar Utang Ayahnya

Mobil tersebut hanya tampak jika dilihat dari spion tengah saja.Pemobil pun mencoba positif thinking dan terus membaca doa dalam hati.

Harold Brown